Minggu, 18 Maret 2012

DUNIA TIDAK PERNAH ADIL


Dunia memang tidak pernah bersikap adil dengan orang yang biasa-biasa saja. Sayangnya dunia hanya mengingat beberapa nama, dan tidak semua manusia. Yang pasti mereka adalah orang-orang yang istimewa, yang mampu keluar dari kerumunan dan keramaian. Dan kemudian mereka melakukan perbedaan yang berarti, sehingga orang-orang seperti ini bukannya terdesak oleh keramaian ataupun terjepit oleh lautan manusia, namun mereka-lah yang mampu membuat keramaian dan kerumunan, serta akan selalu dikerumuni oleh banyak orang.

Lagi-lagi dunia memang selalu bersikap tidak adil bagi orang-orang yang biasa-biasa saja. Dunia hanya mengenal beberapa orang yang selalu berpengaruh pada kehidupan. Misalkan, suatu hari saya pergi ke suatu restoran ternama di Jakarta, namun beberapa saat kemudian datanglah Jackhie Chan bersama istri dan keluarganya ke restoran tersebut. ketika saya dan Jackhie selesai makan, kira-kira menurut teman-teman siapa yang akan berpotensi akan bayar? Saya? atau Jackie? Yang pasti saya akan bayar, karena saya dianggap konsumen biasa, yang karena lapar dan sebagainya sehingga setelah makan maka dipastikan sang pelayan akan membawa bill ke saya. namun berbeda dengan jackie yang ketika makan, ia diberi kesempatan spesial untuk mencicipi makanan andalan restoran bahkan langsung ditemani sang pemilik restoran. Dan ketika selesai makan, bukannya ia diberi tagihan bill, eh malah sang pemiliki restoran mengatakan “mas jangan repot bayar, mas tenang aja semuanya gratis koq, karena kehadiran mas kemari merupakan penghargaan buat restoran kami, bahkan bolehkah kami yang meminta izin kepada mas untuk bisa foto bareng, sehingga fotonya akan bisa kami pajang di dinding depan restoran”.

Yang jelas Saya dan Jackie memang sangat berbeda. Namun bukankah, jackie secara finansial kaya-raya? Bukankah baginya membeli makanan dengan harga segitu, bisa jadi 3 kali makan bagi kita? So kenapa dia malah mendapatkan semua dengan gratis dan malah sang pemiliki restoran yang meminta izin kepadanya untuk bisa foto bareng? Jadi apa bedanya dengan saya? tapi kenapa saya yang harus bayar dengan harga mahal, dan ketika saya selesai makan tak satupun orang berduyun-duyun foto bareng dengan saya? so lagi-lagi dunia memang sinis dan tidak adil. Karena orang-orang istimewa selalu mendapatkan perlakukan lebih, dan selalu akan diingat oleh dunia.

Dalam banyak hal menjadi pembeda itu bagus, dan masyarakat hanya mampu mengingat beberapa orang saja. Sehingga orang yang biasa-biasa saja pasti lebih mudah dilupakan dan tidak diingat oleh dunia. Jackie chan memang orang yang istimewa, dan semua orang kenal dengan dirinya, mulai anak-anak sampai orang tua. yang jelas ia telah melakukan hal yang berbeda dengan orang-orang biasanya. Ia telah mengeluarkan banyak pengorbanan terhadap karirnya, sehingga ia disebut stuntman. Sehingga ketika melakukan pekerjaan bukan hanya keahlian yang ia pertaruhkan namun juga nyawa sekalian, sehingga jelas pengorbanan yang ia tempuh hingga menjadi saat ini memang luar biasa. Pengorbanan yang ia lalui bisa jadi berdarah-darah dan memiliki resiko yang sangat besar. Pada salah satu adegannya dengan menggunakan mobil, dimana ia harus mampu keluar dari tabrakan mobil yang sengaja diciptakan. Sehingga jelas, adegan ini bukan sekali dua kali ia lakukan, bahkan ketika adegan kejar-kejaran dengan pemain yang dianggap lawan, ia bahkan harus mampu melompat dari satu gedung kegedung yang lain. So memang setiap adegan yang ia lakukan penuh resiko dan tantangan. 

Namun perngorbanan yang telah ia lakukan sebelumnya, telah sebanding dengan apa yang telah ia raih pada hari ini. Sehingga dunia memang layak memberi gelar kepadanya dengan gelar tersebut. So berbeda dengan saya, ketika banyak orang yang tidak mengenal siapa saya, maka orang disekitar saya merasa biasa-biasa saja. Hal ini karena pengorbanan yang saya lakukan sekarang, masih tidak sebanding dengan pencapaian yang telah dilakukan oleh jackie chan, sehingga keberadaan saya hari ini belum berpengaruh pada dunia. 

Memang masyarakat lebih mengenal orang-orang yang memiliki keahlian spesial dibanding dengan orang yang biasanya. Ketika orang menyebut tentang jago masak, membuat kue, dan segala sesuatu yang manis-manis maka saat itu orang pasti akan menyebut Chef bara, begitu juga ketika menyebut tentang seorang yang jago membuat novel bertajuk dengan percintaan dan islami, orang langsung menyebut Habiburahman El- Syrazi, begitu juga ketika seseorang menyebut tentang sejarah Islam dan ide-ide ideologis, pasti orang juga menyebut langsung pada Felix Y. Siauw yang baru 10 tahun masuk Islam, namun betul-betul sangat memahami tentang Islam dan meyakini bisyarah Rasulullah. Karena Rasulullah bukanlah memandang apa yang hanya ada didepan mata, namun melihat sesuatu diluar jangkauan olehnya. Sehingga memang orang-orang seperti inilah yang disebut visioner. 

So menjadi yang istimewa itu memang memerlukan pengorbanan dan habits yang cukup kuat. Melakukan sesuatu hal hingga kemudian menjadi habits, memang membutuhkan pengorbanan baik itu harta bahkan nyawa sekalipun. Memang pada awalnya akan menguras banyak energi, namun setelah itu habits tersebut akan terotomatis dan bergerak dengan sendirinya. Sehingga mungkin saja kemampuan yang saya miliki saat ini, karena saya tidak memiliki keinginan untuk keluar dari kerumunan, dan mengasah keahlian yang saya miliki. Bisa saja keahlian yang kita miliki saat ini, adalah habits dari pengulangan untuk menunda-nunda sesuatu dan dikombinasi malas yang cukup kuat dibanding dengan impian. Maka bisa jadi malas tersebut telah menjadi habits bagi dirikita. 

karena orang yang istimewa selalu melakukan hal-hal yang berbeda dari orang biasanya. Bagi mereka menjadi yang sederhana belumlah cukup baginya, walaupun mereka lahir dari kalangan yang sederhana. Hingga akhirnya merekalah yang menjadi orang-orang luar biasa, sehingga dunia memberikan apresiasi yang istimewa pula, terhadap hasil apa yang telah ia lakukan sebelumnya.

Sehingga saya sadar bahwa dunia ini memang tidak adil, bahkan ia hanya mengingat beberapa orang saja. Sedangkan yang bernyawa hanya hidup sekali, Oleh karena itu saya harus berusaha untuk terus latihan, membentuk habits baru menjadi orang yang istimewa. Ketika saya berniat untuk terus membaca dan menulis, maka saya harus meluangkan waktu untuknya, menambah pengetahuan dan menambah jam terbang. Ketika ada tawaran MC, maka saya mencoba tuk terus menerima, sekaligus memperbaiki cara-cara public speaking yang baik, dan menghilangkan rasa demam panggung, pada saat banyak pasang mata yang menatap saya. Karena gugup dan grogi juga merupakan habits bagi kita, sehingga kita harus membuat habits yang baru, dengan menganggap bahwa panggunglah habits yang baru. Ketika saya mencoba untuk terus menulis, menceritakan pengalaman, serta apa yang saya baca, sebagai latihan yang saya lakukan untuk proses belajar, karena saya memiliki impian suatu saat nanti saya pun bisa menulis sebuah buku dan banyak orang yang membacanya, tapi sekaranglah waktu saya untuk terus latihan, memperbaiki kosa kata, kalimat-perkalimat, sehingga suatu saat nanti InsyaAllah dunia akan menganggap saya menjadi istimewa.

Ternyata ada 3 golongan manusia di dunia ini,

  1. Adanya anda, tidak adanya anda, orang2 disekitar anda akan biasa2 saja, tidak senang, dan tidak pula sedih
  2. Adanya anda maka orang akan takut dan benci, namun disaat anda tdk ada, maka orang akan bahagia dan senang.
  3. Disaat anda ada maka orang akan bahagia, namun disaat anda tidak ada maka orang akan rindu dan sedih.
Oleh karena itu yang termasuk manakah kita saat ini? Renungan buat saya pribadi..






1 komentar:

inspiring-engineers mengatakan...

PERTAMAX !!!
SUbhanallah... sungguh Ali, siang ini sy betul2 merasakan suasana yang berbeda di kantor.
lagi-lagi ini berkat tulisan antum.
MENGHIBUR dan MENGGUGAH. Itu yg saya resakan setelah melahap habis tulisan antum tanpa peduli jam istirahat.
dan TERNYATA! Orang2 sperti antumlah yang dibutuhkan dunia.
Terima kasih banyak Ali, inspirasimu hari ini membuatku bangkit kembali.
pastinya sy akan belajar banyak dari antum.
OK??? two thumbs up 4 U