Jumat, 13 April 2012

Mrs. Universe but There's not Mr. Universe



Hari ini kita merasakan isu kesetaraan gender sedang heboh-hebohnya baik media Tv, radio dan media cetak. Isu yang katanya mengangkat hak-hak wanita yang dirampas, ditindas dan dilecehkan. Sehingga inilah yang membuat para wanita sibuk memperjuangkan hak mereka agar bisa setara dengan kaum pria. Memang sih dulu dalam Kebudayaan Hindu wanita dianggap tidak ada bedanya dengan seorang budak. Dan pada kebudayaan yunani, wanita dianggap bagaikan barang belian yang dimiliki oleh pria atau walinya. Sedangkan pada kebudayaan romawi wanita hanya dianggap sebagai objek seksual oleh kaum pria.


Sehingga lahirnya kesetaraan gender bagi kaum barat tujuannya untuk memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Bahwa tidak adanya perbedaan baik di bidang privat maupun publik. Inilah yang sedang diperjuangkan oleh banyak aktivis untuk membela hak-hak wanita. Padahal apa perlu adanya kesetaraan gender? Yang hari ini jelas-jelas banyak menyudutkan Islam. Apakah hari ini kita harus menerima begitu saja dan lantas ikut memperjuangkannya tanpa melihat dari sisi syariat. Apakah Islam ada menganjurkan demikian?

Lagi-lagi dalam sistem yang sekuler dan berasas manfaat ini, maka yang akan selalu dirugikan adalah kaum wanita. Mungkin kita bisa melihat akibat dari ide kesetaraan gender ini berujung pada eksploitasi wanita. Ketika anda menonton televisi, kira-kira banyakan mana antara pria dan wanita. Dan saya sangat yakin bahwa yang paling banyak adalah wanita. Coba deh buktikan. Setiap iklan yang tayang selalu menampilkan sosok wanita. Sayangnya ide kesetaraan gender yang hari ini ramai para aktivis perjuangkan untuk bebas berekspresi, tapi malah membuat mereka masuk jurang kebablasan. ketika mereka menginginkan bisa bekerja diluar, tapi malah merekalah menjadi tereksploitasi. 

Namun yang sangat disayangkan bahwa ide tersebut lagi-lagi untuk menyerang Islam. karena menganggap bahwa Islamlah yang membuat wanita menjadi keterbelakangan, ketidak-adilan, serta marjinalisasi lainnya. Baik dalam hukum pembagian harta waris, talaq pada laki-laki, poligami, saksi wanita dibanding pria, pemukulan perempuan, dan kiprah politik perempuan. Yang akhirnya menyudutkan Islam sebagai akar permasalahan terhadap marjinalisasi tersebut. 

Mungkin sebelumnya saya akan menampilkan perbedaan antara pria dan wanita. dimana wanita 4-6 kali lebih sering menyentuh sesamanya dibanding pria. Sedangkan pria mempunyai naluri sebagai seorang pelindung dengan tebal kulit 1,5 kali wanita. sehingga wanita akan lebih peka terhadap sentuhan dibandingkan pria. Dalam keadaan dibawah tekanan wanita akan berbicara tanpa berfikir dan pria akan bertindak tanpa berfikir. Oleh karena itu 90 % penghuni LP adalah pria dan 90 % yang mendatangi terapis adalah wanita. Untuk bayi perempuan menatap mata 2-3 kali lebih banyak daripada laki-laki. Pria akan lebih tertarik pada benda dibanding wajah. Pria bersaing sedangkan wanita senang bekerja sama

Sehingga secara fitrah pria dan wanita berbeda dan tidak dapat disamakan. Namun semua ini bukanlah untuk mempersalahkan gender, justru untuk saling bahu membahu  dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ
إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
(TQS at-Taubah [9] : 71)

Mungkin akan mudah jika saya akan menganalogi seperti ini, terdapat sebuah keluarga. Karena adanya kesetaraan gender, akhirnya sang wanita percaya bahwa kaum wanita bisa bebas secara penuh dan individual, tidak ada perbedaan antara istri dan suami. Karena semua sama dan tidak ada yang hebat di atas dan sebaliknya. Sehingga sang wanita akhirnya ikut pergi mencari nafkah dan keluar dari rumah. Namun pertanyaannya, bagaimanakah kondisi sang anak? Siapakah yang akan mengajarinya untuk menjadi kuat dan merasakan hangatnya kasih sayang. Kalolah sang ibu dan ayah pergi mencari makan, lalu bagaimana masa depan dan pertumbuhan sang anak.

Kalolah ada sebuah kegiatan kerja bakti di suatu desa, dan terdapat dua orang pria dan wanita ikut bekerja. Pada saat itu ada sebuah batu besar untuk harus dipecahkan, karena dengan alasan kesetaraan gender, maka wanita harus ikut memecahkannya. Bahkan ikut mencangkul, membersihkan parit dan sebagainya. Tapi coba bayangkan ketika ada sebuah kerja bakti, para pria ikut turun kelapangan, namun wanita menyiapkan makanan buat para pria. Alangkah indahnya kerja sama, karena memang Allah menciptakan keseimbangan di dunia ini.

Ketika ide kesetaraan gender itu merasuk, maka angka kegagalan pernikahan bukannya semakin berkurang tapi semakin meningkat. Penyakit seks bebas terjadi dimana-mana. Angka aborsi dan single parents dan sexual disorder bertambah banyak. Hari ini yang ada mrs. Universe namun tidak ada mr. Universe sehingga lagi-lagi perjuangan kesetaraan gender itu yang membuat mereka tereksploitasi, tubuh dan kecantikan mereka akhirnya dijual untuk diperlihatkan kepada umum. Termasuk wanita dari negeri yang ini. Semua wanita dikumpulkan, untuk dilihat aurat mana yang paling indah. Sungguh ironis memang.  Tapi itulah yang sedang para aktivis perjuangkan. Sedangkan bagaimana sih pandangan Islam mengenai seorang wanita? 

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dunia itu perhiasan; sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah
 (HR Muslim)

Jadi kalolah perhiasan yang paling baik adalah wanita sholeh. So apakah wanita itu harus di tampilkan dan diperlihatkan? Namun kalolah wanita itu semakin sholeh dan tinggi kepercayaannya kepada Allah, maka ia semakin yakin kepada hakikatnya dan patuh menjaga suami dan anak-anaknya. Karena Allah mengistimewakan hadiah yang berharga buat para wanita.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ
إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Laki-laki adalah pemimpin wanita
karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain
dan karena mereka telah menafkahkan sebagain harta mereka.
Oleh karena itu, wanita yang shalihah adalah yang menaati Allah
dan  memelihara diri ketika suaminya tidak ada
karena Allah telah memelihara mereka”
(QS an-Nisa’ [4]: 32)

Ingatlah, aku telah memberitahu kalian tentang istri-istri kalian
yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang,  banyak anak (subur),
dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya;
yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti,
ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata,
“Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaiku)
(HR al-Baihaqi)

Men sini and women sono. Dibalik seorang pria yang hebat, terdapat seorang wanita yang kuat. Sehingga pantaslah Allah memberikan keistimewaan pada seorang wanita. Didalam tubuh seorang wanita terdapat keindahan nama Allah yang bersemayam dalam dirinya. Nama Allah “Rahim” yang ada dalam dirinya mengalirkan energi dan kasih sayang begitu kuat. Ketika ada seorang ibu yang sedang mengandung, maka dalam rahim yang lembut namun amat kuat itu terdapat kasih sayang tulus kepada sang bayi. Namun sang ibu tidak memperdulikan untung dan rugi, hanya saja cukup baginya melihat sang anak bahagia dan duduk bersama cucu-cucunya.

Sehingga rasul berkata, bahwa sebaik-baik suami adalah yang paling baik terhadap istrinya. Sehingga menjadi seorang suami harus mampu memberikan pelayanan terbaik terhadap istri kita. Karena dialah yang akan membentuk karakter anak-anak kita, guru terbaik buat anak kita, dan selalu membawa kedamaian dalam kehidupan kita.

“Wahai Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Ibumu,” jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, “Kemudian siapa?” “Ibumu.”
“Kemudian siapa?” tanya orang itu lagi. “Kemudian ayahmu,” jawab Rasulullah
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan rasul juga berkata bagaimana agungnya seorang ibu, sehingga ia selalu disebut hingga 3 kali, barulah sang ayah. Walaupun ayah yang mencari nafkah, tapi pahala menjaga keluarga, anak dan nama baik suami membuat ibu dipanggil hingga 3 kali dan duduk berkumpul di telaga surga. Maka pantaslah semua yang manusia yang hadir di muka bumi, sepatutnya berterima kasih kepada ibu. Karena lelahnya, sakitnya, perihnya ia lawan untuk membesarkan kita hingga besar dan menjadi sukses. Karena saham terbesar kesuksesan seorang anak dimiliki oleh sang ibu.

Tetapi Islam tidak pernah melarang wanita untuk bekerja dan belajar. Semua tetap diperbolehkan, karena Islam bukanlah sekedar sebuah agama ritual, namun mengatur segala aspek kehidupan dan moral. Di zaman ini wanita memang akan terus ditindas, dan dieksploitasi baik dengan isu kesetaraan gender dan lain-lain, karena tujuannya adalah umat muslim untuk jauh dari kehidupan Islam yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan zaman. namun yakinlah bahwa Islam akan sebentar lagi tegak dan akan memperjuangkan serta memuliakan wanita. Dulu sebelum Islam datang, bayi wanita selalu dibuang dan dibunuh, karena dianggap membawa sial dan sebagainya. Namun ketika Islam datang, keindahan semua diperlihatkan, karena dari seorang wanitalah yang akan melahirkan generasi-generasi yang hebat. Oleh karena itu tiada kemuliaan tanpa Islam, tiada sempurna Islam tanpa Syariah, dan takkan tegak Islam tanpa Daulah, Daulah Khilafah Rasyidah.

Tidak ada komentar: